selamat datang di blog penuh senyuman jadi anda wajib senyum ya ^_^

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 29 Juli 2013

Cerita Sebuah Kisah


Guys, hari ini aku ingin bercerita tentang seseorang yang sangat aku cintai. Gadis 18 tahun yang sedang mengalami banyak konflik dengan dirinya sendiri. Banyak teman-temannya yang  mengira dia akan mudah masuk universitas favorite. Opini mereka itu muncul karena jelas ayah dia adalah seseorang yang mampu memberi jaminan kelulusan untuk anaknya. saya kasihan melihat gadis itu, kelihatannya dia sedih sekali dengan opini kuat teman-temannya itu. saya sudah membujuknya untuk tidak menghiraukan perkataan-perkataan mereka, tetapi tetap saja dia tidak menghiraukan ucapan saya, dan tidak jarang pula pada akhirnya sering terjadi perdebatan kecil diantara kami.

Dia telah mendaftar tiga macam tes untuk masuk perguruan tinggi negeri pada waktu yang berbeda-beda dan tidak satupun dari ketiga tes itu yang tercantum namanya sebagai peserta yang lulus. Itu artinya dia tidak lulus. Lagi, lagi dan lagi.Orang yang pertama kali tau tentang semua pengumuman  ketidaklulusannya itu adalah saya. Dia menyuruh saya untuk bayangkan wajah orang-orang yang telah banyak menaruh harapan padanya dan bayangkan juga wajah teman-teman nya yang beropini tentang kemudahan dia untuk masuk universitas favorite.

Saya mencoba menenangkan dia dengan penerangan yang sederhana saya bilang padanya bahwa Tuhan sedang rindu padanya, Tuhan ingin mendengarkan lagi tangisan dalam doanya ditengah malam, beduaan hanya dengan Tuhan, dan dia membalas dengan senyuman kepada saya. Katanya dia merasa dua sensasi yang berbeda setelah melihat pengumuman itu. Di satu sisi dia sedih namun di sisi yang lain dia bahagia karena pada akhirnya opini teman-teman dia yang sempat membuatnya frustasi itu tidak benar.

Hari duka itu cepat dia lalui, karena dia tau waktu tidak akan mau menunggunya terlalu lama didalam kesedihan yang konyol. Hari ini dia bercerita lagi pada saya tetang universitas yang akan ia tempati. Katanya tempat itu memberinya kesejukan karena banyak pohon-pohon yang rindang, hmm menurut saya itu tidak terlalu penting, tapi yaa baiklah biarkan saja dia bercerita dulu. Kemudian dia merasa telah menaruh hatinya 50 persen pada universitas pilihan Allah melalui ayahnya itu. ayahnya selalu ingin melihat dia bahagia kelak. Saya juga ingin melihat dia bahagia. Saya mencoba menerangkan lagi padanya agar ia menjadikan yang 50 persen itu menjadi 100 persen, tentunya atas izin Allah, agar ia juga bisa melihat orang tuanya dan orang-orang yang mendukungnya tersenyum bahagia karenanya. Kemudian saya senyum padanya dan dia juga ikut tersenyum pada saya didalam cermin. Karena dia adalah pantulan saya didalam cermin, saya adalah dia dan dia adalah saya. Gomawo ya Allah. J

6 komentar:

saya bgt mengatakan...

hmmm

suhaila gani mengatakan...

haha ada apa toh mas? iki ada yang salah yo? :D

saya bgt mengatakan...

hana dek :D
hmm :) good luck yo :D

suhaila gani mengatakan...

aamiiin, makasih :)

suhaila gani mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
saya bgt mengatakan...

:) aamiiiiiin, sama" :) :) :) ela

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Template by:
Free Blog Templates